dunia hiburan korea

All About Dunia Hiburan Korea Yang Menyilaukan

Dunia hiburan Korea Hai, apa kabar Sobat IDN Pintar ? selalu happy dan terus jaga kesehatan ya !, nah selama masa pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun terakhir ini, siapa yang tidak tertarik untuk melirik tontonan dari dunia hiburan Korea supaya kegiatan selama dirumah saja nggak jadi boring?. Kayaknya sih, pesona Korea jadi magnet yang kuat untuk menemani keseharian selama dirumah saja.

Pesona Dunia Hiburan Korea

Siapa yang tidak terpesona dengan tontonan ala Korea ?. baik itu berupa kisah drama maupun suguhan musik nya, membius milyaran orang di dunia. Hampir selama lima tahun terakhir, dunia hiburan Korea terus berkembang, merangkak dan berjaya di berbagai negara. Paras yang menawan, gerakan yang kompak dan atraktif serta suara merdu menjadi modal para idola musik Korea untuk mendapatkan penggemar.

Wajah tampan dan cantik, kaki yang jenjang dan bodi sempurna dengan kulit yang flawless seputih kristal, menjadi sebuah paket komplit yang membungkus seorang idola Korea. Tampilan ini menjadi kiblat bagi sebagian besar fans yang begitu menggila. Bahkan menjadi sebuah standar kecantikan dan ketampanan yang harus diikuti secara mutlak bagi mereka yang menaruh label sebagai fans fanatik.

Budaya Hallyu merebak di seantero dunia laksana cendawan di musim penghujan. Dunia hiburan Korea lantas turut menjadi pemicu boomingnya all about Korea, baik dari dunia hiburan, makanan, lokasi wisata hingga budaya dan tradisinya. Dalam hitungan lima tahun-an saja, Korea telah berhasil memproklamirkan diri sebagai kiblat dunia hiburan di seantero Asia dan mulai merambah ke benua lainnya.

Korea meraup hampir 3,4 milyar dollar di awal tahun 2012 dari dunia musik dengan pertunjukan Girlband yang berbodi ramping, rambut panjang dan kaki jenjang, serta tampilan Boyband dengan rambut warna warni, kostum eye catching dan koreografi yang atraktif yang akan membuat fans wanita berteriak-teriak hilang akal. Saat itu Psy booming dengan hits Gangnam Style nya dan membuat dunia turut bergoyang ala Psy.

Rasanya sungguh aneh kalau dimasa sekarang ini, ada yang tidak pernah mendengar nama BTS, EXO atau BlackPink. Setidaknya pernah mengetahui nama tersebut walaupun bukan penggemar lagu-lagu mereka. Atau mungkin ada yang tidak tahu siapa Park Shin Hye, Song Joong Ki atau Lee Seung Gi? Atau belum pernah menonton Hospital Playlist, Descendant of the Sun, Goblin atau Penthouse ?. hmmm, rasanya sih sebagian besar masyarakat pasti sudah pernah mengetahuinya ya. Apalagi nama-nama mereka cukup sibuk wara-wiri menghias iklan dan acara televisi di Indonesia, pula sangat gampang ditemukan di berbagai platform seperti Youtube.

Baca Juga : Drakor Terbaru Yang Tayang Di Bulan Oktober 2021

Dunia hiburan Korea laksana dongeng bagi mereka yang berada diluarnya. Begitu menyilaukan dan penuh dengan impian. Penuh kemewahan dan semua hal yang pastinya menyenangkan. Uang, ketenaran, karir cemerlang.

Namun, pernah kah Sobat penasaran dengan fakta sebenarnya tentang kehidupan mereka didalam sana?, benarkah seindah yang kita lihat dilayar kaca ?.

Dibalik gemerlap dunia hiburan Korea yang penuh dengan cahaya, impian dan ketenaran itu, tersimpan sebuah sisi gelap yang mengerikan yang pada akhirnya diungkap oleh mereka yang sudah tidak tahan berada di dalamnya. Memilih untuk keluar dari kungkungan yang membelenggu dengan berbagai cara, keluar dari dunia hiburan yang membesarkan namanya dan bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Pelecehan seksual, perbudakan melalui kontrak yang mengikat, perselisihan dan diskriminasi menjadi potret suram yang menodai indahnya kemegahan dunia hiburan Korea. Semua hal ini pada awalnya luput dari perhatian dunia karena tidak banyak yang sanggup untuk menyibaknya.

Sisi Gelap Yang Terkuak

Pada tahun 2009, dunia dikejutkan oleh tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh seorang aktris Jang Ja Yeon di saat karirnya sebagai bintang drama tengah melejit. Jang Ja Yeon meninggalkan sebuah catatan mengenai alasan kenapa ia melakukan tindakan bunuh diri ditengah karirnya yang cemerlang dan dipuja banyak orang. Catatan yang ditinggalkan oleh Jang Ja Yeon menjadi skandal nasional dimasa itu, karena disana tertulis betapa selama ini ia menjadi korban pelecehan seksual dari para petinggi yang berpengaruh di dunia hiburan Korea.

dunia hiburan korea

Hal ini sangat mengejutkan dan membuka mata dunia tentang fakta dibalik gemerlap kehidupan para artis di korea. Terlebih lagi Ja Yeon pun menuliskan bahwa ia kerap menerima siksaan fisik dari agensi yang menaunginya. Seperti dilansir oleh AllKPop, pada tayangan berita “8 O’Clock News” yang ditayangkan stasiun TV SBS, terungkap fakta bahwa Jang Ja Yeon dipaksa memberikan kepuasan seksual sebanyak total 100 kali kepada 31 laki-laki yang diduga berasal dari kalangan pengusaha, pejabat dan petinggi di dunia hiburan Korea Selatan di masa itu.

Fakta yang diungkap oleh Jang Ja Yeon ia tuliskan dalam sebuah dokumen dan ai bagikan kepada teman-temannya sebelum aktris berusia 26 tahun itu mengakhiri hidupnya. Para ahli telah mengkonfirmasi bahwa catatan tersebut memang benar ditulis oleh nya. Dalam dokumen tersebut ia memaparkan perlakuan buruk yang diterima oleh artis artis yang ingin bertahan dalam dunia bisnis hiburan di Korea, dan menjadi budak seks menjadi hal yang lumrah jika ingin memiliki karir yang melejit.

Menjadi Budak Seks Demi Karir Yang Cemerlang

Sebuah lembaga Hak Asasi Manusia di Korea Selatan membuat sebuah survey yang dilakukan terhadap 351 orang akktris dan calon aktris di Korea. Hasil dari survey tersebut sangat mengejutkan. Ternyata 60% dari calon aktris dan bahkan aktris yang sudah terkenal, mereka dilecehkan dan dipaksa untuk memberikan pelayanan seks agar karir mereka di dunia hiburan terus bersinar.

Soompi melansir bahwa ada pengakuan dari seorang gadis mantan peserta pelatihan/trainee di sebuah agen industri hiburan, bahwa ada semacam broker swasta yang bekerjasama untuk menjadi penghubung antara para sponsor dengan gadis-gadis muda peserta trainee. Sumber tesebut menyebutkan bahwa ia sering dipaksa untuk hadir di sebuah bar walaupun ia masih dibawah umur, sementara kebijakan pemerintah mengenai dunia hiburan melarang para artis yang berusia dibawah umur untuk berkegiatan diatas jam tertentu.

Ia mengatakan bahwa tarif untuk mendapatkan “layanan” dari gadis-gadis muda peserta trainee ini adalah antara 700 – 900 ribu dollar AS untuk satu kali pertemuan. Para sponsor ini harus membuat reservasi minimal satu hari sebelumnya kepada para broker, hanya sponsor yang telah dicatat oleh broker lah yang akan berhasil bertemu dengan para trainee muda ini.

Kasus penyedia jasa wanita panggilan untuk para sponsor atau investor ini memang bukan hal baru, bahkan yang terbesar sampai menyeret nama seorang idola KPop Seungri “BigBang” yang ditetapkan sebagai tersangka penyedia wanita panggilan bagi investor Taiwan di tahun 2019. Skandal ini mengguncang dunia hiburan Korea dan turut menyeret beberapa nama idola lainnya.

Kontrak Perbudakan

Dunia hiburan Korea juga santer dengan isu perbudakan yang dibalut dengan dokumen kontrak yang mengikat.

dunia hiburan korea

Pada tahun 2009, beberapa personil boyband TVXQ mengajukan gugatan terhadap agensi yang menaungi mereka. Gugatan tersebut berisi pengajuan hak untuk membubarkan diri dan melepaskan diri dari kontrak yang mengikat antara mereka dengan agensi yang menaunginya. Hal tersebut dipicu oleh ketidak adilan dan perilaku tidak manusiawi yang mereka terima dari agensi.

Sebuah lembaga Fair Trade Commission lantas membuat penyelidikan terhadap 20 agensi di dunia hiburan Korea dan menemukan sebuah fakta mengejutkan tentang buruknya perlakuan yang diterima oleh para artis akibat kontrak yang tidak manusiawi. Data yang mereka kumpulkan menyebutkan bahwa terdapat hampir 200 orang artis yang terjebak dalam kontrak perbudakan dimana mereka dipaksa untuk bekerja selama berjam-jam dengan bayaran minim dan tanpa royalti.

Para artis ini pun tidak memiliki hak untuk mengatur kehidupan pribadi mereka dan tidak memiliki kebebasan untuk menentukan kehidupan mereka sendiri. Mereka dipaksa untuk tinggal bersama agensi dalam jangka waktu yang sangat lama dan tanpa batas waktu. Bahkan, di Korea sebuah kontrak semacam ini bisa berlaku hingga 13 tahun lamanya.

dunia hiburan korea

Para agen membela diri bahwa hal tersebut nereka lalukan untuk melindungi artis-artis yang ada dibawah naungan mereka sebagai sebuah aset. Hal ini menyebabkan banyak artis muda atau calon artis harus menjalani diet ketat dan operasi plastik untuk mendapatkan postur dan paras yang sesuai dengan harapan agensi. Hal ini hanya untuk memuaskan keinginan para sponsor dan agensi terhadap artis mereka yang harus memiliki kriteria dan standar sebagai bintang yang sempurna.

Kasus Bunuh Diri Yang Diikuti Oleh Para Fans

Artis dan aktor yang melakukan bunuh diri di Korea terbilang cukup banyak. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk pelarian dari kejamnya dunia hiburan Korea yang membelenggu mereka selama ini.

Dampak yang ditimbulkan oleh kasus bunuh diri ini tentu saja cukup besar, mengingat fanbase di Korea sangatlah mengikat antara fans dengan idola mereka. Apapun yang dilakukan oleh sang idola akan menjadi sorotan fans dan seringkali diikuti oleh para fans yang fanatik.

Setiap kali media mempublikasikan kasus bunuh diri yang dilakukan seorang artis, maka kasus bunuh diri di Korea pun akan meningkat drastis.

Pada saat Choi Jin Shil tewas gantung diri akibat depresi, angka kematian akibat bunuh diri di Korea meningkat hingga 1,700 kasus dalam satu bulan saja. Hal serupa juga terjadi saat Lee Eun Jo memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, kasus kematian akibat bunuh diri di Korea turut meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Kasus bunuh diri menjadi hal yang lumrah terjadi di Korea, menimpa para artis dan aktor yang tidak mampu keluar dari tekanan yang menjerat mereka di dunia hiburan Korea yang sudah membesarkan namanya.

Sederet artis dan aktor Korea selatan yang tidak mampu lari dari kerasnya dunia hiburan Korea memutuskan untuk melakukan bunuh diri. Diantara nya adalah Ahn So Jin, Chae Dong Ha, Kim Jonghyun, Sulli, Goo Hara dan terakhir di tahun 2021 ini adalah Jo Hana.

Sungguh mengerikan bagaimana sebuah tekanan mental mendera para artis sehingga menimbulkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya, ketimbang untuk menikmati hidup setelah meraih ketenaran yang diimpikan.

Semoga sisi gelap dunia hiburan Korea ini menjadi refleksi dan tidak terjadi di dunia hiburan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *