Gibran Hilang di Gunung Guntur
deskjabar.com

Viral! Kisah Gibran Pendaki Hilang di Gunung Guntur

IDNPintar – Halo sobat IDNPintar! Tersiar kabar yang sempat mengagetkan masyarakat pada September 2021 kemarin. Pasalnya ada kabar mengejutkan yang datang dari Jawa Barat, pendaki hilang di Gunung Guntur yang sempat hilang selama enam hari.

Muhammad Gibran Alrasyid (13) yang merupakan siswa kelas 1 SMP yang dikabarkan pendaki hilang di gunung Guntur Garut, Jawa Barat pada hari Minggu, 19 September 2021. Gibran dikabarkan hilang sejak pemberhentian dia dan teman – temannya di pos 3 gunung Guntur.

Gibran hilang kurang lebih enam hari dan ditemukan di sekitaran curug Koneng dalam kondisi tubuh lemas dengan luka di bagian kakinya. Remaja 13 tahun tersebut sempat di rawat di puskesmas.

Meskipun sambil terbata – bata, Gibran yang saat itu sedang menjalani perawatan medis Gibran mencoba menceritakan pengalamannya selama hilang di gunung Guntur.

Kronologi Gibran Pendaki Hilang di Gunung

Awalnya Gibran berangkat dari rumah pada Jumat (17/9/21) bersama teman onlinenya. Gibran pamit kepada orang tuanya untuk pergi mendaki ke Gunung Guntur bersama 13 orang teman online yang baru dia kenal dari media sosial.

“Sempat minta izin sekitar 3 minggu lalu (17/9) bahwa abang (panggilan akrab Gibran di rumah) mau mendaki gunung Guntur” Kata Alam Surahman, Ayah Gibran.

Gibran dan teman – temannya memulai pendakian melalui jalur pos camp Tarogong Garut. Bahkan saat mendaki Gibran sempat menghubungi keluarganya.

Farida salah satu anggota keluarga Gibran berkata “Pada hari Sabtu (18/9) Gibran sempat menghubungi keluarga melalui video call, Gibran menceritakan cerita mengasyikannya selama perjalanan. Gibran juga mengatakan jika ia mau makan mie dulu sebelum mulai mendirikan tenda”.

Kemudian keesokan harinya 19 September saat akan dimulai pendakian dari pos 3, Gibran justru memilih tinggal di pos 3 sendirian karena semua teman – temannya pergi berangkat mendaki ke puncak Gunung Guntur.

Gibran menyampaikan ia tidak ikut mendaki karena dia tertidur di tenda dan ketika bangun semua temannya sudah pergi meninggalnya sendirian di tenda.

Saat berada sendirian, Gibran memutuskan untuk keluar tenda dengan tujuan membuang air kecil. Tapi, bukannya kembali Gibran malah tersesat dan tidak bisa menemukan jalan untuk kembali ke tenda.

Sehari setelahnya pda Senin, 20 September 2021 sekitar pukul 15.00 WIB, 13 temannya yang sudah seharian berada di puncak akhirnya turun. Tapi, betapa terkejutnya mereka saat turun malah Gibran tidak ditemukan. Teman – teman Gibran mencoba mencari keberadaannya disekitar pos 3 tapi Gibran tak kunjung ditemukan hingga akhirnya teman – temannya pun memutuskan untuk melaporkan hilangnya Gibran ke pos terdekat.

“Kami menerima laporan ada satu pendaki hilang di tenda pos 3, untuk peralatan yang bersangkutan lengkap, tidak ada yang hilang, perlengkapan tersebut berupa ponsel yang masih menyala, sepatu dan kaos kaki hingga tas Gibran juga masih berada di dalam tenda,” kata Kapolsek Tarogong Kalet Iptu Masrokan.

Pencarian Gibran Dimulai

Pada saat menerima laporan adanya pendaki yang hilang, porter camp gunung Guntur mulai melakukan pencarian di area tenda Gibran bermalam saat itu meskipun belum genap 24 jam hilang. Pada hari yang sama,Tim Basarnas Jawa Barat tiba di camp pos Gunung Guntur untuk membantu pencarian Gibran. Tetapi kondisi yang tak menentu saat itu mempersulit tim untuk melakukan pencarian ke tempat yang susah diangkau.

Berhari – hari Gibran hilang Pada hari ke-5 pencarian Jumat (24/9), petugas menyisir lokasi tetapi hingga siang, tak menemukan apapun.

Kemudian pencarian dilanjutkan lagi pada pukul 13.15 WIB. Tim yang mencari Gibran mencoba mencari dengan jalur yang berbeda namun hasilnya nihil.

Pada pukul 17.00 WIB, Tim Sar mendapat kabar bahwa ada pendaki hilang di gunung yaitu Gibran Alrasyid sudah ditemukan dalam keadaan selamat di Curug Koneng. Saat ditemukan, Gibran masih dalam keadaan setengah sadar.

Gibran terluka dibagian kakinya sehingga membuatnya kesulitan untuk berjalan. Akhirnya Gibran digendong oleh salah satu tim yang kemudian dibawa ke Puskesmang Tarogong Kaler.

Sudah Melawati Curug Cikoneng Berkali-kali

Namun, ada hal yang mengganjal dari penemuan Gibran di Curug Cikoneng ini. Kesaksian para tim Sar pun cukup membuat orang terheran – heran. Pasalnya, mereka sudah melewati dan mengecek di Curug Koneng juga sekitarnya berkali – kali namun saat itu Gibran tidak kunjung ditemukan.

Curug Koneng, lokasi dimana Gibran ditemukan ini sudah berulang kali dilewati namun tidak tahu bagaimana di hari – hari sebelum penemuan Gibran tidak ada disana.

“Kami ikut mencari anak kami, melintasi lokasi tempat Gibran ditemukan hari ini. Tapi apa daya, namanya mata manusia wallahu alam, bahkan pada hari Rabu kemarin berangkat pencarian lewat Curug Cikoneng, pulang pencarian pun lewat Curug Cikoneng,” kata Alam, Ayah Gibran Sabtu dini hari (25/9).

Cerita Gibran Selama Hilang 5 Hari

Gibran hilang di Gunung Guntur
Liputan6.com

Gibran saat itu sebenarnya tidak tahu kalo ternyata dirinya sudah hilang selama berhari – hari. Gibran pun mengatakan bahwa dia berjalan menyusuri hutan tanpa adanya malam sekalipun. Lalu, apakah sebenarnya Gibran ini ditahan oleh makhluk halus di dunia mereka?

Salah satu juri kunci Gunung Guntur bahkan harus menusukkan paku bumi ke Gunung Guntur karena sebenarnya Gibran ini berada di cengkraman makhluk lain diatas sana yang membuatnya hilang dan tak kunjung ditemukan.

Gibran berkata bahwa selama ia hilang berhari – berhari dia banyak bertemu dengan orang – orang yang tidak ia kenal. Gibran menyampaikan pada saat itu ada orang yang menawarinya makan dan memintanya untuk ikut ke rumah orang tersebut namun Gibran menolaknya.

Gibran mengatakan alasan ia menolak makanan yang diberikan oleh orang yang ditemuinya itu adalah karena Gibran tidka kenal.

Gibran juga mengatakan jika orang yang ditemuinya itu tampilan seperti orang biasa yang teridri dari 2 perempuan muda 1 nenek nenek dan 2 pria. Tapi anehnya, muka mereka tidak bisa dilihat oleh Gibran.

Gibran mengaku bahwa ia tidak mendengar apapun mulai dari suara orang – orang yang mencarinya ataupun suara suara lain yang memanggil namanya tapi Gibran hanya bisa mendengar suara adzan yang berkumandang saja. Gibran juga mengatkan pada saat itu mulutnya seperti dikunci sehingga ia tidak dapat berbicara.

Banyak sekali kemungkinan yang bisa saja terjadi dengan Gibran. Entah benar adanya bahwa ia sudah dibawa oleh makhluk lain ke alam yang berbeda, atau pandangan Gibran seakan – akan diubah ke tempat yang lain.

Semuanya tidak luput dari kuasa tuhan yang maha esa. Jika keimanan cukup kuat mungkin bisa menolong seseorang dari bahaya alam yang kita sendiri tidak tahu ada atau tidak. Mengingat tawaran orang yang menawarkan makanan ke Gibran, apa jadinya jika pada saat itu Gibran menerimanya?

Tapi alhamdulillah sampai hari ini pendaki hilang di gunung yaitu Gibran bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga dari berita ini bisa diambil pelajaran untuk selalu berhati – hati, berdoa dan ingat tuhan dimanapun kita berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *